Jumat, 13 Juni 2014


SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH
 
 JUDUL
ABSTRAK
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
BABI. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Tujuan Penulisan
2. Manfaat Penulisan
BAB II. KAJIAN TEORETIS DAN METODOLOGI PENULISAN
A. Kajian Teoretis
B. Kerangka Berpikir
C. Metodologi Penulisan
BAB III. PEMBAHASAN (judul sesuai topik masalah yang dibahas)
A. Deskripsi Kasus
B. Analisis Kasus
BAB IV KESIMPULAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN (termasuk sinopsis gambaran umum perusahaan yang ditulis)

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Memuat fakta-fakta atau sebab yang relevan sebagai titik tolak dalam
merumuskan masalah penulisan dan mengemukakan alasan penentuan
masalah. Penulis dapat mengutip/mengemukakan pendapat para ahli, berita
melalui media massa, peraturan perundang-undangan yang mendukung
terhadap fakta atau fenomena yang akan ditulis. Setiap peraturan dan
perundang-undangan yang dikutip tidak ada catatan kaki, sedangkan pendapat
para ahli, berita melalui media massa harusdisertai catatan kaki.



Nama              :           Putra Rolli Wicaksana
Npm                 :          15111628
Kelas              :           3 KA 41


 Metode Pengumpulan Data


Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian, dilakukan dengan metode tertentu sesuai dengan tujuannya. Ada berbagai metode antara lain; wawancara, observasi (pengamatan), kuesioner atau angket.

Teknik Pengumpulan Data
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.

1.      Angket

Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.

Jumat, 06 Juni 2014

Makalah UML

Nama :Putra Rolli w
Kelas :3 ka 41
NPM :15111628




BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
                UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software (http://www.omg.org).

            Pendekatan analisa & rancangan dengan menggunakan model OO mulai diperkenalkan sekitar pertengahan 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakaan metoda OO mulai diuji cobakandan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari Rational Software Co., dikenal dengan OOSE (Object-Oriented Software Engineering), serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique).

Minggu, 13 Oktober 2013

Wajah Bahasaku Kini




            Indonesia adalah Negara yang sangat besar. Wilayah Indonesia meliputi 17 ribu pula, enam ribu diantaranya malah belum memiliki nama. Penduduknya mencapai 240 juta, menempati  urutan  keempat  terbesar didunia setelah Cina, India dan Amerika. Indonesia juga memiliki  kekayaan  alam  yang  sangat  banyak dan membuat iri Negara-negara lain.Keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.Negara Indonesia adalah Negara yang terbentang dari Sabang sampai Marauke. Terdiri dari beribu pulau,beraneka ragam suku adat dan budaya yang menjadi satu bagian yaitu Negara Indonesia. Setiap suku di Negara Indonesia memiliki kebudayaaan yang beragam,dimana setiap suku mempunyai adat istiadat berbeda-beda pula termasuk cara bertutur kata (berbahasa).

            Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia,bahasa persatuan Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaan nya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tepatnya sehari sesudahnya,bersamaan dengan mulai berlaku nya konstitusi. Di Timor Leste,bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.

Belajar Bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah,pelajar Perguruan Tinggi saja belum tentu bisa mengekspresikan materi ini dengan baik dan benar karena kesadaran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar masih kurang karena Bahasa Indonesia belum mendapat tempat  selayaknya. Tidak perlu kita mencermati kalangan awam yang lebih suka dengan bahasa gaul atau bahasa suku. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar masih jarang kita temukan pada saat acara resmi bahkan acara resmi yang berskala nasional sekalipun. Lihat saja bagaimana Pak SBY masih suka berpidato dengan bahasa ke inggris-inggrisan,contoh yang perlu ditiru ?

Sabtu, 05 Oktober 2013

BULUTANGKIS DAN INDONESIA



 

Bulutangkis ?? Indonesia ??

Bagi masyarakat Indonesia, bulutangkis bukanlah sekedar olahraga biasa. Bagi kita, bulutangkis adalah olahraga PEMERSATU bangsa. Melalui olahraga inilah, bangsa kita bersuara lantang di kancah internasional. Saat olahraga ini dipertandingkan secara internasional, seluruh bangsa Indonesia pun bersatu menyemangati para atlet bangsa. Dan saat Sang Saka Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang bulutangkis bergengsi, jantung dan badan kita pun turut bergetar bersama trenyuhnya hati sang atlet.
Di dalam olahraga inilah, hati dan semangat bangsa Indonesia bersatu, dan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” pun terasa lebih nyata.

Prestasi Indonesia di cabang olahraga bulutangkis melewati 3 masa; yaitu masa kejayaan, masa surut dan masa kebangkitan.

Melihat perkembangan bulutangkis beberapa tahun terakhir membuat saya sebagai para pecinta bulutangkis hanya bisa mengelus dada. Bagaimana tidak, olahraga yang merupakan andalan untuk memperkenalkan Indonesia di mata Internasional ini seperti kehilangan cara untuk mengukir prestasi seperti pada masa kejayaan.

Di tangan Gita Wiryawan, nampaknya PBSI mulai berbenah. Jajaran kepengurusan mulai melibatkan para mantan pemain. Susi dan Alan ditarik, Rexy dibawa pulang kampung, Ricky dilibatkan, Chandra-Sigit juga diangkat menjadi pelatih. Hasilnya mungkin belum bisa dilihat, namun ada perbaikan yang patut diapresiasi.

Jangan melupakan sejarah bahwa Indonesia adalah Raja dan Ratu Bulutangkis, Pemegang rekor All England, peraih banyak Piala Thomas dan Uber, serta peraih Emas Olimpiade.

Jangan juga melupakan sejarah, bahwa prestasi diatas didapat dengan usaha dan latihan keras, disiplin dan tentunya kepengurusan yang baik..

Namun demikian inilah beberapa poin yang menurut saya sangat mempengaruhi prestasi bulutangkis tanah air yang dulu sempat dijuluki “King of Badminton”